Review Daycare
Dimulai dari kehamilan pertama mengalami abortus spontan, pekerjaan yang menghabiskan waktu dari pagi hingga malam, akhirnya diputuskan resign pekerjaan, istirahat dulu berharap diberikan rezeki anak lagi,, :) Alhamdulillah Allah memberikan amanah kembali dengan diberikannya kehamilan kedua,, Dan lahirlah anak kedua kami,, Dulu,,, dulu sebelum nikah, memiliki keinginan menjadi ibu dirumah menjadi rumahan saja, ternyata kebosanan melanda, nyoba resep baru tiap hari, nyoba aktifitas lain tiap hari, tapi tetap bosen melanda, akhirnya mencoba melamar lamar pekerjaan kembali, alhamdulillah lulus PNS dikota yang sama.
Pekerjaan dimulai saat anak berumur 10 bulan, di usia 9 bulan kami mencoba2 mencari daycare untuk menitipkan anak kami selama setengah hari untuk adaptasi,, karena lokasi rumah di beji di cobalah muter muter mencari daycare dekat rumah, dua minggu kami coba di daycare, daycare nya sangat ramai ada sekitar 20 anak, ternyata di hari pertama anak kami nangis seharian dan minum asi perah hanya sedikit, menolak untuk memakai botol susu ataupun sendok, sedih melihatnya,, setelah mencoba dua minggu tidak ada perubahan, akhirnya kami memutuskan pindah daycare dekat dengan tempat neneknya,,
Pilihan jatuh ke LARAS DAYCARE, Awal awal hari di daycare baru adalah hari yang berat, anak kami tidak mau minum asi perah, butuh adaptasi yang lama, hampir tiap hari menangis karena ditinggal, mungkin karena selama 10 bulan tidak pernah berpisah dengan ibunya, seiring waktu berjalan selama sebulan anak kami sudah bisa beradaptasi di daycare dan sudah jarang menangis, alhamdulillah sampai sekarang berumur 4 tahun
,,
,,










Comments
Post a Comment